Dumai
Pemerintah kota Dumai tidak ingin para generasi muda melupakan sejarah dan berbagai peninggalannya. Apalagi di tengah pesatnya pembangunan Dumai dengan perkembangan teknologi canggih, dikhawatirkan generasi muda melupakan pengetahuannya tentang sejarah.
Terkait dengan kekhawatiran tersebut, Pemko Dumai melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Dumai bekerjasama dengan Dinas Budaya Pariwisata Provinsi Riau mengundang kalangan pelajar se Kota Dumai di Gedung Serba Guna Dumai, Rabu (06/5) untuk mengikuti kegiatan kampanye permuseuman.
Sekitar 90 pelajar se Kota Dumai mulai dari tingkatan SD, SMP dan SMA hadir pada kegaiatn ini dan diberikan pengetahuan serta pengenalan tentang sejarah masa lalu dari peninggalan benda sejarah. Menurut Ketua Panitia Edi Yulisman, Disbudpora Provinsi Riau telah mengagendakan rutin kegiatan ini sebagai upaya pemerintah menimbulkan kecintaan dengan sejarah Bangsa dan mengenalkan keberadaan museum sejarah kepada generasi muda khususnya kalangan pelajar.
"Tahun 2009 ini sebagai tempat penyelengaraan kampanye museum ditunjuk kota Dumai dan Kabupaten Kuansing. Masing-masing tingkatan sekolah mengutus 30 pelajar sebagai perwakilan dan sekolah yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 15 Sekolah se-Kota Dumai," jelasnya.
Walikota Dumai H Zulkifli AS menyambut baik kegiatan positif ini. Apalagi sasarannya para pelajar se Kota Dumai. Kegiatan kampanye ini sangat penting karena mengandung manfaat memberikan pengetahuan tentang nilai budaya yang tinggi.
Menurut Zul AS, sikap mencintai sejarah melalui kampanye museum ini dirasakan sangat perlu ditanamkan dalam diri para generasi muda supaya mengetahui fungsi dan arti penting dari keberadaan musium sejarah. Diharapkan dengan kegiatan ini, pelajar peserta kampanye museum supaya mengikuti dengan serius dan antusias agar dapat mengambil manfaat dari pengenalan sejarah ini dan kemudian bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Tempat berkaca memandang kedepan yang bagus adalah musium. Berkaca dengan sejarah masa lalu penting kita pahami agar tidak lupa sejarah dan menjadi pedoman kita untuk melanjutkan pembangunan," terang Zul AS.




